Advanced SVF Masterclass — 15 November 2026, Yogyakarta · Terakreditasi 10 SKP →
Lanskap Nasional

Perkembangan Regenerative Medicine di Indonesia

Dari laboratorium riset hingga ruang praktik — ekosistem regeneratif Indonesia sedang naik kelas.

Setahun belakangan, kedokteran regeneratif di Indonesia bergerak lebih cepat dibandingkan periode mana pun sebelumnya. Perubahan terjadi serentak di tiga lapisan: industri dan laboratorium, regulasi, dan komunitas ilmiah. Memahami ketiganya penting bagi dokter yang ingin membangun praktik regeneratif yang bertanggung jawab.

1. Laboratorium dan industri: standar produksi naik ke GMP/CPOB

Pemrosesan sel punca dan produk biologis kini tersedia di laboratorium-laboratorium dalam negeri yang menerapkan standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) — mencakup kontrol mikrobiologi, partikulat, suhu, kelembapan, hingga tekanan udara ruang produksi. Aplikasi GMP dan sistem mutu dalam produksi stem cell serta secretome menjadi kunci kepercayaan: kualitas produk biologis ditentukan oleh disiplin prosesnya, bukan hanya oleh bahan bakunya.

2. Regulasi: kejelasan kerangka pasca UU Kesehatan

UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 menghadirkan kerangka baru mengenai kompetensi, kewenangan klinis, dan pembiayaan — termasuk bagi tindakan medis berbasis teknologi baru. Bagi praktisi regeneratif, arah kebijakannya jelas: tindakan harus berada dalam lingkup kewenangan klinis yang sah, dengan standar dan dokumentasi yang dapat diaudit. Di sisi lain, jalur akreditasi kegiatan pendidikan medis lanjut semakin hidup — terbukti dengan terbitnya akreditasi 10 SKP untuk Advanced SVF Masterclass oleh Kolegium Kesehatan Indonesia bersama Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif.

3. Komunitas ilmiah: nasional dan internasional saling terhubung

Ekosistem ilmiah regeneratif Indonesia kini terhubung dua arah. Ke dalam: forum seperti Pre-Conference ICN & iCORE 2027 — yang mempertemukan regulator (BPOM, Kemenkes), kolegium, universitas, dan klinisi dalam satu panggung — diselenggarakan di IMERI FKUI Jakarta, 4–5 Desember 2026, lengkap dengan workshop hands-on SVF, produk darah, dan injeksi intra-artikular (lihat jadwal kegiatannya). Ke luar: kemitraan dengan jejaring internasional seperti WIRM — World Institute of Regenerative Medicine, yang menjadikan standar dan perkembangan global dapat diakses praktisi Indonesia.

Apa artinya bagi dokter praktik?

Penutup

Perkembangan ini menegaskan satu hal: kedokteran regeneratif Indonesia sedang berpindah dari fase "menarik untuk dibicarakan" menuju fase "wajib dikuasai dengan benar". RMPS hadir persis di titik transisi tersebut — menghubungkan ilmu dasar, keterampilan praktik, dan jejaring ilmiah untuk dokter Indonesia.


Sumber: Sel Punca & Terapi Regeneratif dalam Manajemen Nyeri (Bab II: Dasar-Dasar Terapi Regeneratif; Bab VIII: Pertimbangan Klinis dan Etika) & Aplikasi Sel Punca dan Terapi Regeneratif dalam Manajemen Nyeri, dr. Ahmad Muttaqin Alim, Sp.An, FIP, FSRM, Dipl.Pain, M.Sc.DM.

Jadilah bagian dari gelombang ini

Mulai dari kelas yang tepat, bersama komunitas yang tepat.

WhatsApp 0813-1200-0323