Dari menekan gejala menjadi memperbaiki jaringan — inilah lompatan berpikir yang ditawarkan kedokteran regeneratif.
Nyeri kronis didefinisikan sebagai nyeri yang persisten dan berlangsung lebih dari tiga bulan. Ia bukan sekadar gejala yang lebih lama: nyeri kronis memengaruhi fisik, psikologis, sosial, dan emosional pasien. Patofisologinya melibatkan interaksi kompleks antara sistem saraf pusat dan perifer — termasuk perubahan neuroplastisitas yang membuat nyeri "menghidupi dirinya sendiri" bahkan setelah sumber cederanya mereda.
Tata laksana konvensional bertumpu pada analgesik, antiinflamasi, hingga opioid — yang pada sebagian pasien, terutama lansia dengan nyeri kronik degeneratif, memberikan perbaikan terbatas dengan risiko pemakaian jangka panjang. Pendekatan ini bekerja pada sinyal nyeri; sementara sumber masalahnya — jaringan yang mengalami degenerasi — tidak ikut diperbaiki.
Terapi regeneratif adalah bidang medis yang berfokus pada perbaikan, penggantian, atau regenerasi sel dan jaringan yang rusak untuk mengembalikan fungsinya. Pada konteks manajemen nyeri, tujuannya jelas: mengalihkan tumpuan dari menekan gejala menjadi mendukung perbaikan jaringan yang menjadi sumber nyeri — misalnya tendon yang mengalami tendinopati kronis, sendi dengan degenerasi awal, atau jaringan lunak yang mengalami kerusakan berulang.
Antusiasme terhadap terapi regeneratif harus selalu dibingkai tiga prasyarat:
RMPS dirancang persis untuk prasyarat tersebut: kurikulum berjenjang dari dasar biologis hingga hands-on tersupervisi. Untuk penerapan SVF pada manajemen nyeri, Advanced SVF Masterclass — 15 November 2026 di Yogyakarta, terakreditasi 10 SKP — membuka pendaftaran dengan kuota 20 peserta. Sebagai pelengkap jalur, Clinical Workshop SVF juga tersedia pada Pre-Conference ICN & iCORE 2027 di IMERI FKUI Jakarta (5 Desember 2026).
Sumber: Sel Punca & Terapi Regeneratif dalam Manajemen Nyeri (Bab I: Aging, Degenerasi dan Regenerasi; Bab IV–VII) & Aplikasi Sel Punca dan Terapi Regeneratif dalam Manajemen Nyeri, dr. Ahmad Muttaqin Alim, Sp.An, FIP, FSRM, Dipl.Pain, M.Sc.DM.
Kelas hands-on tersupervisi dengan kuota terbatas.
Konsultasi Jenjang — WhatsApp